Title: Before You Loss
Author: Tria Novita Sari
Cast: Mario Haling, Ify Alyssa, Ashilla Zee, Alvin Jonathan.
Genre: Love, sad, romance and sacrifice
***
Hitam bukan dirimu
Putih juga bukan dirimu
Semu ku melihatmu
Tak bercahaya seperti memudar
***
Ify mengerjapkan matanya. Ia merasakan semua terasa begitu berat, bahkan untuk sekedar membuka matanya. Ify mencoba menyesuaikan pandangannya dengan cahaya yang masuk ke kornea matanya.
“Heyy kamu udah sadar?” Ify menatap seorang gadis yang berdiri di sampingnya. Ify mencoba mengingat siapa gadis di hadapannya
.
“Ehh kam.. mu siap.. pa?” Gadis itu tersenyum. Ia menyodorkan tangannya.
“Aku Shilla, tunangan Rio” Ify terdiam. Rasa yang entah pantas di sebut apa kini mulai menjalar di bagian hatinya.
Sakit, Kecewa dan tidak percaya.
“Aku khawatir lo sama kamu. Kamu gak apa-apa kan. Lebih baik kamu pulang aja deh. Biar aku ijinin kamu ke Rio. Rio juga di sini baru kan seharusnya dia punya rasa toleransi dan menghargai ke karyawan-karyawannya.
Ify hanya tersenyum. Namun percayalah dalam diam ia menekan semua rasa sakitnya. Kini ia tau bahwa semua benar-benar tidak berarti, bahkan penantiannya. Gadis di hadapannya ini adalah bukti atas semua ke-tidak-berartian- semua ini.
“Aku Ify”
“Ify? Kok nama kamu kayak gak asing ya. Bentar-bentar. Aha aku ingat. Nama kamu dulu pernah di sebut-sebut oleh Rio tiga tahun yang lalu setelah dia sadar dari komanya”
Ify terperangah. Ia menatap Shilla yang terlihat menerawang. Raut gadis itu pun kini terlihat berubsh. Penyesalan.
“Empat tahun yang lalu gue gak sengaja menabrak Rio saat dia baru tiba di Jerman. Sejak saat itu Rio mengalami koma. Gue sangat merasa bersalah, apalagi keluarga Rio yang sama sekali tidak menyalahkan gue semenjak saat itu rasa bersalah gue makin menjadi. Sampai pada akhirnya satu tahun kemudian Rio sadar dari komanya. Dan dari saat pertama ia sadar dia hanya mengingat satu nama yaitu gadis bernama Ify”
“Dokter menyatakan bahwa Rio amnesia akibat kecelakaan itu gue merasa bersalah, seiring berjalannya waktu Rio sudah mulai melupakan gadis itu. Oleh karena itu orang tua Rio malah meminta gue untuk makin mendekatkan diri ke Rio. Semenjak saat itu kami pun dekat, pacaran hingga akhirnnya tunangan dan gue sekarang sangat mencintai Rio”
Ify menjatuhkan air matanya. Rasanya sudah ada tidak ada lagi nyawa yang bertahan di tubuhnya seakan nyawanya sendiri entah meninggalkan raganya kemana.
“Fy. Kamu kenapa kok nangis. Kamu gak apa-apa kan” Suara lembut Shilla membuyarkan lamunannya. Ia tersenyum kea rah Shilla sambil mengusap air matanya
“Gak papa mbak. Saya cuma terharu sama cerita mbak.” Ify terdiam. Ia menatap wanita di hadapannya. Ada sebuah pertanyaan yang sangat ingin ia tahu jawabannya hanya sekedar sebagai penegasan arti dari semua penantiannya selama ini. Adakah sia-sia?
“Mbak. Apa Pak Rio itu udah bisa melupakan mantannya itu”
‘huh mantankah?’
Shilla tersenyum. Ia kembali menerawang mencoba mencerna jawaban yang sebenarnya terjadi dan benar-benar ia tahu, Tak lama ia kembali menatap Ify terrsenyum ke arahnya lalu menggeleng
“Tidak sama sekali. Aku yakin Rio gak sepenuhnya sayang sama aku. Mencintai aku sama seperti dia mencintai gadis itu. Melupakan segalanya yang berhubungan dengan gadis itu. Tapi satu yang selalu aku ingat dan selalu menjadi alasan aku bertahan bersama dia untuk memahami apa perasaanya. Janjinya yang dia ucapakan untukku”
‘Lalu bagaimana dengan janji yang dia pernah kasih buat aku. Sementara dia udah mengucapkan janji ke wanita yang lain. Sakit ya Tuhan. Sakit’
“Fy kamu gak papa kan. Muka kamu pucat. Lebih baik kamu pulang aja. Aku..”
“Gak usah mbak.. Aku di jemput sama temen aku” Shilla mengangguk. Ify pun meraih handphonenya dan menekan dial pada nomer yang sudah tertera di handphonenya.
“Vin jemput gue ya”
***
Alvin menatap Ify yang terus menunduk. Air mata gadis itu tak sama sekali berhenti. Alvin mendekati Ify di kasurnya dan duduk di samping gadis itu. Alvin menarik tubuh Ify mendekatinya dan langsung Alvin rengkuh tubuh itu dan mengusap lembut rambut Ify. Seketika Ify benar-benar terisak di pelukan Alvin
“Semuanya berakhir Vin.. hiks hiks. Dia.. dia kembali hikss dan dan dia hikss” Ify mengeratkan lingkaran tangannya di pinggang Alvin. Tubuhnya benar-benar bergetar.
Alvin menumpukkan dagunya di kepala Ify. Tangannya terus mengusap punggung gadis itu. Alvin mengerti ia sudah cukup paham semuanya. Ia sudah tahu bahwa pemuda itu telah kembali, pemuda itu kembali untuk mengurusi perusahaan keluarganya namun sungguh Alvin tak menyangka pemuda itu kembali ternyata memiliki tujuan lain, yaitu untuk semakin menyakiti dan melukai lebih dalam gadis di pelukannya ini.
Alvin menjauhkan tubuh Ify lalu ia berdiri dan siap melangkah, namun langkahnya terhenti saat sebuah tangan lain dengan erat memeluk lengannya.
“Dia gak salah Vin” Alvin menatap wajah Ify yang terlihat sangat lelah. Namun Alvin kembali memalingkan wajahnya. Ini sedah tekadnya.
“Gue mohon jangan. Karena.. karena..”
“KARENA APA FY” Ify menunduk. Air matanya terus mengalir. Kepalanya menggeleng. Membuat Alvin semakin emosi. Alvin menyentuh pundak Ify dan mencengkram pundak gadis itu. Ify merasakan sakit di kedua pundaknya akibat cengkraman Alvin sangat keras.
“Apa yang akan elo lakukan. Lo masih diam dengan semua ini. Jawab Fy. Tatap gue. Fy tatap gue dan jelasin semuanya atau..”
“Semua percuma Vin. Dia sudah lupa sama gue. Dia sudah tidak sama sekali mengingat apapun tentang gue. Dia.. dia amnesia” Alvin langsung mendekap tubuh Ify yang hampir terjatuh. Lalu Alvin langsung mengangkat tubuh Ify ke kasur dan meletakkannya.
“Maafin gue Fy. Tapi gue janji gue akan mengembalikan dia ke elo. Karena dia seutuhnya akan tetap milik lo” Alvin mencium kening Ify dan menyelimuti tubuh Ify. Beranjak dan meninggalkan Ify yang terlelap dalam kelelahannya.
Cinta aku mencinta
Kamu yang aku mau
Namun tak tepat waktu
Ku sudah jera dalam percintaan
***
Mungkin aku sudah lelah untuk menunggunya. Dan saat ini mungkin adalah jawaban yang sang waktu berikan untukku agar bisa mempelajari takdir bahwa memang sesungguhnya dia bukan untukku
Ify menatap pria di hadapannya setegar mungkin. Sudah satu bulan ia belajar untuk membiasakan dirinya menahan rasanya sendiri dan kini lihatlah tidak terlalu buruk bukan.
“Pak Rio ini ada berkas-berkas yang harus bapak tanda tangani. Ini adalah berkas dari beberapa perusahaan yang akan melakukan survey lapangan dengan perusahaan kami. Ini adalah pengajuan beberapa tempat yang menjadi rujukan beberapa tersebut. Bagaimana pak apakah ada yang perlu dipelajari atau disetujui langsung”
Percayalah saat ini jantung Ify bergetar sangat dahsyat. Bahkan waktu seakan berjalan sangat lambat saat dirinya mencoba bersikap formal pada atasannya yang sesungguhnya.
Namun satu yang ia tau dirinya dapat menikmati waktunya yang sempat hilag dulu.
Cklek
Ify merapikan pakaiannya dan menegakkan tubuhnya
“Sayang kamu.. eh ada Ify. Hayy Fy ehmm kalian masih ada urusan kalo iya aku keluar aja deh dulu”
“Eh eh emhh enggak usah mbak. Saya cuma ngantar berkas aja. Ya sudah saya permisi. Mari mbak Shilla” Shilla mengangguk. Gadis itu menatap punggung Ify yang menghilang seiring pintu yang tertutup
“Ify cantik ya sayang, selain itu dia baik dan polos. Entah kenapa ada sesuatu yang buat aku gak bisa sedikitpun acuh dengan dia”
Rio menatap Shilla sejenak. Gadis itu terlihat menerawang dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya. Setelah itu Rio kembali berkutat pada berkas-berkas di hadapannya yang baru saja Ify letakkan
“Bukannya kamu memang selalu begitu tidak bisa sama sekali bersikap tidak peduli sama orang lain. Sama seperti dua tahun yang lalu” Shilla menarik dua sudut bibirnya dan menatap Rio yang kini berdiri mendekatinya. Rio pun langsung menarik tubuh Shilla ke pelukannya dan mencium puncak kepala gadis itu.
“Jangan pernah berubah sayang. Aku mencintai kamu yang selalu bisa di cintai oleh semua orang. I Love You” Shilla mengangguk dalam pelukan Rio
‘Tapi melihat dia ada rasa yang berbeda Yo. Seperti rasa bersalah’ Ucap Shilla dalam hati sambil mengeratlan lingkaran tangannya di pinggang Rio
‘Dan aku takut bila suatu saat nanti aku harus melepas kamu dan mengembalikanmu ke seseorang. Apa mungkin itu akan terjadi’
***
Salam hangat untuk cintamu
Aku yang kandas dan patah hati
Biarlah orang menganggap lemah
Aku tak mau bercinta lagi
“Yo mungkin saat ini adalah saat yang memang tepat untuk melupakan lo Yo. Dan lo tahu gue sama sekali tidak pernah menyesal mencintai lo dan pernah ada di hati lo. Tapi memang mungkin lo gue gak akan pernah ada di takdir yang sama. Keinginan gue dan kenyataan takdir yang terjadi hanya akan menutup kenyataan bahwa lo memang sulit tergapai”
“Shilla dia mungkin memang yang terbaik untuk lo. Dia adalah gadis yang sangat baik. Dan gue yakin lo gak salah mencingtai dia” Bibir Ify tertarik membentuk senyuman. “Lo segalanya dan lo selalu berarti untuk gue. Itu artinya kebahagiaan lo segalanya yang berarti untuk gue”
Engkau yang dulu pernah ku cinta
Namun terlanjur kau bersamanya
Dan ku terluka oleh cintanya kini kau hadir
Ku sudah jera
“Walaupun gue sakit atas empat gue yang tersia-sia tapi bukan sama sekali alasan gue untuk berhenti mencintai lo”
“Setelah lo pun kembali semua seakan mimpi. Lo bukan kembali untukl gue dan itu gak berarti apa-apa untuk gue walaupun gue tau bahwa keyakinan gue lo kembali terbukti namun keinginan gue untuk kembali ke lo bagai mimpi Yo”
“Mungkin lo akan jadi yang terakhir untuk gue Yo. I love You”
***
Alvin menatap gadis yang duduk di hadapannya. Gadis yang sangat cantik. Auranya pun begitu membuat Alvin terpesona sesaat.
“Lo ada apa nyuruh gue ketemu lo” Alvin tersadar. Ia menatap gadis di hadapannya penuh rasa penasaran. Entah Alvin sama sekali tidak mampu menebaknya.
“Shilla”
Shilla menatap pria di hadapannya heran.. Pemuda ini menemuinya tadi setelah ia meninggalkan kantor Rio, dan laki-laki itu mengatakan ada suatu hal penting yang menyangkut dirinya dengan rio juga masa lalu Rio yang jujur ingin ssekali ia tahu. Dan akhirnya tibalah mereka disini. Saling berhadapan dan terpisah jarak hanya dengan sebuah meja.
“Alvin. Gue gak ada waktu banyak apa yang ingin lo katakan”
“Shilla gue lo adalah gadis yang baik. Dan gue yakin lo tau pasti apa yang seharusnya lo lakukan setelah gue mengungkapkan apa yang gak lo tahu selama ini”
Shilla memandang Alvin. Ia memiringkan kepalanya dan menatap lekat Alvin
“Apa yang gak gue tau?”
“Masalalu Mario Stevano dan Ify Alyssa”
Bersambung
Huaaa selesai. masih ada satu part lagi. Maaf typo. Makasih udah sabar menunggu *Plak kayak ada yang nunggu aja hihi. Tolong jangan begal gue ya pemirsah. Terimakasih en si yu neks tem bayyy
Backsong (Jera of Agnes Monica)
Author: Tria Novita Sari
Cast: Mario Haling, Ify Alyssa, Ashilla Zee, Alvin Jonathan.
Genre: Love, sad, romance and sacrifice
***
Hitam bukan dirimu
Putih juga bukan dirimu
Semu ku melihatmu
Tak bercahaya seperti memudar
***
Ify mengerjapkan matanya. Ia merasakan semua terasa begitu berat, bahkan untuk sekedar membuka matanya. Ify mencoba menyesuaikan pandangannya dengan cahaya yang masuk ke kornea matanya.
“Heyy kamu udah sadar?” Ify menatap seorang gadis yang berdiri di sampingnya. Ify mencoba mengingat siapa gadis di hadapannya
.
“Ehh kam.. mu siap.. pa?” Gadis itu tersenyum. Ia menyodorkan tangannya.
“Aku Shilla, tunangan Rio” Ify terdiam. Rasa yang entah pantas di sebut apa kini mulai menjalar di bagian hatinya.
Sakit, Kecewa dan tidak percaya.
“Aku khawatir lo sama kamu. Kamu gak apa-apa kan. Lebih baik kamu pulang aja deh. Biar aku ijinin kamu ke Rio. Rio juga di sini baru kan seharusnya dia punya rasa toleransi dan menghargai ke karyawan-karyawannya.
Ify hanya tersenyum. Namun percayalah dalam diam ia menekan semua rasa sakitnya. Kini ia tau bahwa semua benar-benar tidak berarti, bahkan penantiannya. Gadis di hadapannya ini adalah bukti atas semua ke-tidak-berartian- semua ini.
“Aku Ify”
“Ify? Kok nama kamu kayak gak asing ya. Bentar-bentar. Aha aku ingat. Nama kamu dulu pernah di sebut-sebut oleh Rio tiga tahun yang lalu setelah dia sadar dari komanya”
Ify terperangah. Ia menatap Shilla yang terlihat menerawang. Raut gadis itu pun kini terlihat berubsh. Penyesalan.
“Empat tahun yang lalu gue gak sengaja menabrak Rio saat dia baru tiba di Jerman. Sejak saat itu Rio mengalami koma. Gue sangat merasa bersalah, apalagi keluarga Rio yang sama sekali tidak menyalahkan gue semenjak saat itu rasa bersalah gue makin menjadi. Sampai pada akhirnya satu tahun kemudian Rio sadar dari komanya. Dan dari saat pertama ia sadar dia hanya mengingat satu nama yaitu gadis bernama Ify”
“Dokter menyatakan bahwa Rio amnesia akibat kecelakaan itu gue merasa bersalah, seiring berjalannya waktu Rio sudah mulai melupakan gadis itu. Oleh karena itu orang tua Rio malah meminta gue untuk makin mendekatkan diri ke Rio. Semenjak saat itu kami pun dekat, pacaran hingga akhirnnya tunangan dan gue sekarang sangat mencintai Rio”
Ify menjatuhkan air matanya. Rasanya sudah ada tidak ada lagi nyawa yang bertahan di tubuhnya seakan nyawanya sendiri entah meninggalkan raganya kemana.
“Fy. Kamu kenapa kok nangis. Kamu gak apa-apa kan” Suara lembut Shilla membuyarkan lamunannya. Ia tersenyum kea rah Shilla sambil mengusap air matanya
“Gak papa mbak. Saya cuma terharu sama cerita mbak.” Ify terdiam. Ia menatap wanita di hadapannya. Ada sebuah pertanyaan yang sangat ingin ia tahu jawabannya hanya sekedar sebagai penegasan arti dari semua penantiannya selama ini. Adakah sia-sia?
“Mbak. Apa Pak Rio itu udah bisa melupakan mantannya itu”
‘huh mantankah?’
Shilla tersenyum. Ia kembali menerawang mencoba mencerna jawaban yang sebenarnya terjadi dan benar-benar ia tahu, Tak lama ia kembali menatap Ify terrsenyum ke arahnya lalu menggeleng
“Tidak sama sekali. Aku yakin Rio gak sepenuhnya sayang sama aku. Mencintai aku sama seperti dia mencintai gadis itu. Melupakan segalanya yang berhubungan dengan gadis itu. Tapi satu yang selalu aku ingat dan selalu menjadi alasan aku bertahan bersama dia untuk memahami apa perasaanya. Janjinya yang dia ucapakan untukku”
‘Lalu bagaimana dengan janji yang dia pernah kasih buat aku. Sementara dia udah mengucapkan janji ke wanita yang lain. Sakit ya Tuhan. Sakit’
“Fy kamu gak papa kan. Muka kamu pucat. Lebih baik kamu pulang aja. Aku..”
“Gak usah mbak.. Aku di jemput sama temen aku” Shilla mengangguk. Ify pun meraih handphonenya dan menekan dial pada nomer yang sudah tertera di handphonenya.
“Vin jemput gue ya”
***
Alvin menatap Ify yang terus menunduk. Air mata gadis itu tak sama sekali berhenti. Alvin mendekati Ify di kasurnya dan duduk di samping gadis itu. Alvin menarik tubuh Ify mendekatinya dan langsung Alvin rengkuh tubuh itu dan mengusap lembut rambut Ify. Seketika Ify benar-benar terisak di pelukan Alvin
“Semuanya berakhir Vin.. hiks hiks. Dia.. dia kembali hikss dan dan dia hikss” Ify mengeratkan lingkaran tangannya di pinggang Alvin. Tubuhnya benar-benar bergetar.
Alvin menumpukkan dagunya di kepala Ify. Tangannya terus mengusap punggung gadis itu. Alvin mengerti ia sudah cukup paham semuanya. Ia sudah tahu bahwa pemuda itu telah kembali, pemuda itu kembali untuk mengurusi perusahaan keluarganya namun sungguh Alvin tak menyangka pemuda itu kembali ternyata memiliki tujuan lain, yaitu untuk semakin menyakiti dan melukai lebih dalam gadis di pelukannya ini.
Alvin menjauhkan tubuh Ify lalu ia berdiri dan siap melangkah, namun langkahnya terhenti saat sebuah tangan lain dengan erat memeluk lengannya.
“Dia gak salah Vin” Alvin menatap wajah Ify yang terlihat sangat lelah. Namun Alvin kembali memalingkan wajahnya. Ini sedah tekadnya.
“Gue mohon jangan. Karena.. karena..”
“KARENA APA FY” Ify menunduk. Air matanya terus mengalir. Kepalanya menggeleng. Membuat Alvin semakin emosi. Alvin menyentuh pundak Ify dan mencengkram pundak gadis itu. Ify merasakan sakit di kedua pundaknya akibat cengkraman Alvin sangat keras.
“Apa yang akan elo lakukan. Lo masih diam dengan semua ini. Jawab Fy. Tatap gue. Fy tatap gue dan jelasin semuanya atau..”
“Semua percuma Vin. Dia sudah lupa sama gue. Dia sudah tidak sama sekali mengingat apapun tentang gue. Dia.. dia amnesia” Alvin langsung mendekap tubuh Ify yang hampir terjatuh. Lalu Alvin langsung mengangkat tubuh Ify ke kasur dan meletakkannya.
“Maafin gue Fy. Tapi gue janji gue akan mengembalikan dia ke elo. Karena dia seutuhnya akan tetap milik lo” Alvin mencium kening Ify dan menyelimuti tubuh Ify. Beranjak dan meninggalkan Ify yang terlelap dalam kelelahannya.
Cinta aku mencinta
Kamu yang aku mau
Namun tak tepat waktu
Ku sudah jera dalam percintaan
***
Mungkin aku sudah lelah untuk menunggunya. Dan saat ini mungkin adalah jawaban yang sang waktu berikan untukku agar bisa mempelajari takdir bahwa memang sesungguhnya dia bukan untukku
Ify menatap pria di hadapannya setegar mungkin. Sudah satu bulan ia belajar untuk membiasakan dirinya menahan rasanya sendiri dan kini lihatlah tidak terlalu buruk bukan.
“Pak Rio ini ada berkas-berkas yang harus bapak tanda tangani. Ini adalah berkas dari beberapa perusahaan yang akan melakukan survey lapangan dengan perusahaan kami. Ini adalah pengajuan beberapa tempat yang menjadi rujukan beberapa tersebut. Bagaimana pak apakah ada yang perlu dipelajari atau disetujui langsung”
Percayalah saat ini jantung Ify bergetar sangat dahsyat. Bahkan waktu seakan berjalan sangat lambat saat dirinya mencoba bersikap formal pada atasannya yang sesungguhnya.
Namun satu yang ia tau dirinya dapat menikmati waktunya yang sempat hilag dulu.
Cklek
Ify merapikan pakaiannya dan menegakkan tubuhnya
“Sayang kamu.. eh ada Ify. Hayy Fy ehmm kalian masih ada urusan kalo iya aku keluar aja deh dulu”
“Eh eh emhh enggak usah mbak. Saya cuma ngantar berkas aja. Ya sudah saya permisi. Mari mbak Shilla” Shilla mengangguk. Gadis itu menatap punggung Ify yang menghilang seiring pintu yang tertutup
“Ify cantik ya sayang, selain itu dia baik dan polos. Entah kenapa ada sesuatu yang buat aku gak bisa sedikitpun acuh dengan dia”
Rio menatap Shilla sejenak. Gadis itu terlihat menerawang dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya. Setelah itu Rio kembali berkutat pada berkas-berkas di hadapannya yang baru saja Ify letakkan
“Bukannya kamu memang selalu begitu tidak bisa sama sekali bersikap tidak peduli sama orang lain. Sama seperti dua tahun yang lalu” Shilla menarik dua sudut bibirnya dan menatap Rio yang kini berdiri mendekatinya. Rio pun langsung menarik tubuh Shilla ke pelukannya dan mencium puncak kepala gadis itu.
“Jangan pernah berubah sayang. Aku mencintai kamu yang selalu bisa di cintai oleh semua orang. I Love You” Shilla mengangguk dalam pelukan Rio
‘Tapi melihat dia ada rasa yang berbeda Yo. Seperti rasa bersalah’ Ucap Shilla dalam hati sambil mengeratlan lingkaran tangannya di pinggang Rio
‘Dan aku takut bila suatu saat nanti aku harus melepas kamu dan mengembalikanmu ke seseorang. Apa mungkin itu akan terjadi’
***
Salam hangat untuk cintamu
Aku yang kandas dan patah hati
Biarlah orang menganggap lemah
Aku tak mau bercinta lagi
“Yo mungkin saat ini adalah saat yang memang tepat untuk melupakan lo Yo. Dan lo tahu gue sama sekali tidak pernah menyesal mencintai lo dan pernah ada di hati lo. Tapi memang mungkin lo gue gak akan pernah ada di takdir yang sama. Keinginan gue dan kenyataan takdir yang terjadi hanya akan menutup kenyataan bahwa lo memang sulit tergapai”
“Shilla dia mungkin memang yang terbaik untuk lo. Dia adalah gadis yang sangat baik. Dan gue yakin lo gak salah mencingtai dia” Bibir Ify tertarik membentuk senyuman. “Lo segalanya dan lo selalu berarti untuk gue. Itu artinya kebahagiaan lo segalanya yang berarti untuk gue”
Engkau yang dulu pernah ku cinta
Namun terlanjur kau bersamanya
Dan ku terluka oleh cintanya kini kau hadir
Ku sudah jera
“Walaupun gue sakit atas empat gue yang tersia-sia tapi bukan sama sekali alasan gue untuk berhenti mencintai lo”
“Setelah lo pun kembali semua seakan mimpi. Lo bukan kembali untukl gue dan itu gak berarti apa-apa untuk gue walaupun gue tau bahwa keyakinan gue lo kembali terbukti namun keinginan gue untuk kembali ke lo bagai mimpi Yo”
“Mungkin lo akan jadi yang terakhir untuk gue Yo. I love You”
***
Alvin menatap gadis yang duduk di hadapannya. Gadis yang sangat cantik. Auranya pun begitu membuat Alvin terpesona sesaat.
“Lo ada apa nyuruh gue ketemu lo” Alvin tersadar. Ia menatap gadis di hadapannya penuh rasa penasaran. Entah Alvin sama sekali tidak mampu menebaknya.
“Shilla”
Shilla menatap pria di hadapannya heran.. Pemuda ini menemuinya tadi setelah ia meninggalkan kantor Rio, dan laki-laki itu mengatakan ada suatu hal penting yang menyangkut dirinya dengan rio juga masa lalu Rio yang jujur ingin ssekali ia tahu. Dan akhirnya tibalah mereka disini. Saling berhadapan dan terpisah jarak hanya dengan sebuah meja.
“Alvin. Gue gak ada waktu banyak apa yang ingin lo katakan”
“Shilla gue lo adalah gadis yang baik. Dan gue yakin lo tau pasti apa yang seharusnya lo lakukan setelah gue mengungkapkan apa yang gak lo tahu selama ini”
Shilla memandang Alvin. Ia memiringkan kepalanya dan menatap lekat Alvin
“Apa yang gak gue tau?”
“Masalalu Mario Stevano dan Ify Alyssa”
Bersambung
Huaaa selesai. masih ada satu part lagi. Maaf typo. Makasih udah sabar menunggu *Plak kayak ada yang nunggu aja hihi. Tolong jangan begal gue ya pemirsah. Terimakasih en si yu neks tem bayyy
Backsong (Jera of Agnes Monica)