Cast : Mario Stevano, Ashilla Zahrantiara, Alyssa Saufika, Gabriel Stevent
***
Kini dia sendiri karena takdir kembali mempermainkan hidupnya. Takdir yang selalu menyiksanya kini semakin menyiksa dirinya. Membiarkannya kembali sendiri. Membiarkan dirinya melewati kehidupannya yang semakin gelap. Sendiri saat ia sudah terbiasa bersama. Takdir kejam? Benar. Kejam, setidaknya untuk dirinya yang sendiri
***
Shilla memasuki rumah sakit dengan senyuman seperti biasa. Seakan ia melupakan bahwa dirinya pernah menangis, bahkan habis menangis. Shilla berjalan dengan penuh keseganan para suster yang melewatinya. Sampai langkahnya terhenti saat seorang suster yang biasa dekat dengannya kini berada disampingnya.
"Pagi dokter Shilla" Sapa suster itu. Shilla membalas sapaan susternya dengan senyuman yang selalu membuat dirinya semakin terlihat cantik. Suster di hadapannya terpana melihat senyuman yang justru membuat hatinya semakin sedih. Dokter dihadapannya ini ternyata tak pandai berakting rupanya.
Shilla mengernyitkan dahinya melihat suster dihadapannya memandang dirinya dengan pandangan yang begitu menyedihkan. Tapi shilla tersinggung. Mungkin memang dirinya terlihat begitu menyedihkan.
"Dokter, di ruangan ada yang sedang menunggu dokter" Shilla kembali mengernyitkan dahinya. Ada yang ingin bertemu dengannya? Siapa? Ada urusan apa? Shilla pun kembali berjalan setelah mengucapkan terima kasih dan melemparkan senyum cantiknya di balik air mata yang membendung
***
Berlin, Jerman
Ify termenung di mejanya. Matanya tak pernah berhenti memandang foto yang menampakkan tiga orang disana. Seorang pemuda berjas yang diapit dua orang gadis berbaju kebaya. Ify kembali meneteskan air mata yang sesungguhnya tak pernah lagi ia tampakkan. Dirinya memang sedih, sakit bercampur rasa bersalah pada seorang gadis yang berdiri disamping pemuda berjas itu.
"Shill, elo di mana. Maafin gue. Maaf karena kebodohan gue elo sampai terpisah sama kakak elo dan elo gak dianggap juga sama nyokap elo, juga gue. Andai gue bisa membalikkan waktu. gak akan pernah gue melakukan kebodohan itu Shill, maafin gue Shilla, maaf" Lirih Ify sambil mengusap salah satu gadis di foto itu.
Flashback*
"Hosh.. hosh.. sudah Fy. Cukup gue capek. hahahaha. elo lucu banget sih Fy. Coba gue bawa kamera, bakal gue jepret lo, guew masukin deh ke twitter lo. buahahahaha"
Ify yang tak terima di tertawakan oleh Shilla mengambil pasir yang telah basah oleh air pantai.
"Shilla. Makan ini, ups"
Ify melebarkan matanya saat ia tahu bahwa ia salah sasaran. Oh Tuhan, astaga itu.
"Buahahahaha. Fy elo gimana sih. Lempar gue aja gak bisa. Kan kasihan abang gue" Ledek Shilla yang semakin membuat Ify kesal.
"Yo aduh, sorry gue gak sengaja. Gue itu sebenernya mau lempar adek lo itu. Liat nih gue. Gara-gara adik elo tuh" Ucap Ify yang lebih pantas dikatakan merajuk.
Rio hanya menggelengkan kepalanya. Lalu ia membaringkan tubuhnya di atas pasir yang telah basah oelh air pantai. Ify yang melihatnya pun menyusul membaringkan tubuhnya di samping kiri Rio. Lalu Shilla yang merasa di abaikan pun meyusul dan membaringkan tubuhnya di samping kanan rio. Shilla memejamkan matanya menikmati desiran ombak yang begitu merdu tertangkap telinganya. membiarkan rambutnya yang tak terikat berlari-lari di wajahnya. Senyuman terlihat begitu indah terpahat di wajahnya. Tak lama ia membuka perlahan matanya. Ia tolehkan kepalany ke arah kakaknya yang melakukan hal serupa sepertinya. Ia juga dapat menebak bahwa Ify juga melakukan hal yang sama
"Kak. Fy. Kalian mau melakukan sesuatu gak?"Tanya Shilla yang membuat Rio dan Ify menoleh ke arah Shilla
"Apa?" Tanya keduanya bersamaan.
"Ngucapin janji persahabatan"
"Gue juga ikutan. Gue kan kakak elo" Ucap Rio yang terlihat keberatan
"Ih iyalah kak. Elo juga. Minggir gue biar ditengah" Ucap Shilla sambil menggeser tubuh Rio membuat si empunya tubuh mendengus dan Ify yang melihatnya tersenyum.
Shilla mengacungkan kedua kelingkingnya. Kelingking kiri ke arah Ify dan kanan kearah Rio.
" Ayo cepet tautin kelingkling kalian ke kelingking gue"
Ify walaupun bingung sudah melingkarkan kelingkingnya di milik Shilla. Kini giliran Rio. Walaupun dengan terpaksa akhirnya ia menautkan kelingkingnya juga milik Shilla.
" Nah ucapin deh janji kalian. Tapi dalam hati. Nanti kalo kalian udah mendapatkan apa yang kalian inginkan, baru kita ucapin bareng-bareng disini, oke"
Gue gak mau kehilangan kalian. Kalian adalah bagian di hati gue, bukan hanya dihidup gue
Flashback**
"Shill dan asal elo tahu, gue justru sekarang menyesal karena sudah melanggar janji persahabatan yang gue buat sendiri. Gue malah kehilangan elo. Gue mohon Shill, kembali. Kembali untuk kakak elo justru sangat sakit karena kehilangan elo, kembali untuk mama elo untuk membuktikkan bahwa elo bukanlah seburuk itu. Dan kembali untu gue Shill. Kembali untuk persahabtan kita,Hiks"
Tanpa Ify sadari. Di balik pintu ruangannya. Rio terduduk lemas. Air matanya pun juga sama derasnya seperti milik Ify. Bahkan hatinya pun lebih merasakan sakit yang bahkan tak mampu ia sembuhkan sendiri
"Maafin kakak Shill. Kakak gak bisa mempertahankan kamu. Kakak gak bisa menepati janji kakak, bukan hanya janji persahabatan kita. Tapi juga janji sebagai seorang kakak untuk kamu" Lirih Rio sambil mengepalkan kedua tangannya menahan emosi pada dirinya sendiri.
Kalau bisa ia ingin menghajar dirinya yang begitu pengecut melepas harta berharga di hidupnya. Harusnya ia yang menjaga Shilla, harusnya ia bisa mempertahankan Shilla. Namun dirinya pun tahu bahwa ia tak pantas untuk menjadi kakak untuk Shilla. Karena dirinya pun lemah dan bodoh.
"Argghh. Sial" Ucap Rio melampiaskan emosinya ke dinding di hadapannya
***
Shilla memasuki ruangannya. Dahinya mengerut saat melihat seorang gadis yang berdiri membelakanginya sambil memegang fotonya bersama Gabriel.
"Elo siapa"
Prangg
"Ups, sorry. Oh ternyata ini yang namanya dokter Ashilla Zahrantiara. Ehm. Oh ya kenalin gue Acha calon tunangan dokter Gabriel Damanik calon pewaris Rozcow Hospital . Dan gue mau memberi tahu ke lo kalau gue akan bertunangan dengan Gabriel minggu depan. So, elo harus dateng karena elo adalah tamu spesial" Ucap gadis yang bernama Acha dengan senyum meremehkan ke arah Shilla.
Shilla mencoba menahan emosinya untuk tidak menampar wajah gadis di hadapannya.
"Oh. Apa gue harus mengucapakan selamat untuk elo karena sudah berhasil mengambil Gabriel dari gue?" Ucap shilla sinis yang membuat gadis dihadapnya tertawa
"Hahahaha. Gue rasa gak perlu karena yang gue mau adalah liat air mata elo mengalir deras di acara pertunangan gue nanti. Oh ya sorry karena gue udah pecahin foto terindah elo itu. Memang pantasnya SAMPAH harus segera dibuang." Ucap Acha sambil menendang pecahan foto Shilla dan Gabriel yang tergeletak di bawah kakinya kearah Shilla. Lalu ia mengambil tas dan bersiap pergi. Namun saat Acha hampir melewati Shilla. Tangannya di cekal oleh Shilla sehingga ia tertarik dan menghadap Shilla
Plakk
"Kalau elo mau liat air mata gue. Gue akan memberi tahu elo dulu gimana cara megeluarkan air mata lo. Dan SESUATU yang elo anggap SAMPAH itu tak lebih busuk dari elo. Dan kalo lo begitu menginginkan air mata gue, sampai kapan pun elo gak akan pernah mendaptkannya. Karena gue bukanlah perempuan lemah seperti apa yang elo kira" Ucap Shilla yang membuat wajah Acha memerah karena emosinya.
"Elo akan menyesal karena menampar gue. Dan elo akan lebih menyesal karena mencoba bermain-main sama gue. Cih" Ucap Acha sambil menghempaskan tangannya dari genggaman Shilla.
Setelah kepergian Acha, Shilla jatuh terduduk di tempatnya. Ia mengambil fotonya yang sudah terlepas dari bingkainya. Air matanya jatu tepat di tautan tangannya dan Gabriel membuat di bagian itu basah. Saat ia usap, bagian itu terobek.
"Argghhh. Gue benci elo Yel. Gue benci elo. Kenapa gue harus jatuh cinta sama elo? Kenapa harus elo yang membantu gue untuk melupakan kak Rio dan Ify? Kenapa harus elo yang masuk ke kehidupan gue? Kenapa harus elo. Gue benci elo Yel. Gue benci"
Aku justru lebih membenci takdir yang mengenalkan aku ke kamu, mengenalkan aku tentang cinta. Dan sekarang takdir justru memisahkan kita. Menciptakan jarak untuk kita. Kenapa kamu gak mau memperjuangkannya Shill, Kenapa?
BERSAMBUNG
Visit this page: www.obatkistatradisional.net
Diananissa ifc